Menteri ESDM Bahlil Lahadalia Terima Rekomendasi PIKI, Perintahkan Integrasi ke dalam Peta Jalan Kebijakan Energi Nasional

Jakarta – Rekomendasi PIKI yang disampaikan pada akhir Simposium PIKI di Kampus UPH Lippo Karawaci pada Kamis 15/10, disambut baik dan langsung diperintahkan Menteri Bahlil Lahadalia menjadi road map kebijakan ESDM. Adapun dua poin rekomendasi Simposium PIKI terkait dengan mendorong Pembangunan Pembangkit Tenaga Nuklir (PLTN) dan mengutamakan penyediaan tenaga listrik di daerah 3T.

 

“Pemikiran utama PIKI adalah mendorong pembangkit tenaga nuklir karena dengan alasan rendah emisi, berdaya besar, murah, bersih dan aman selamat. Terutama penyediaan listrik di 3T. Bermanfaat bagi negeri tersedia harga energi melimpah dan relatif murah dan bersih” ucap Tony Wenas saat menjawab tantangan dari Ketua Umum PIKI Maruarar Sirait di Kampus UPH, Kamis (15/10) malam terkait rekomendasi PIKI ke pemerintah.

 

Ketua Steering Commitee Simposium PIKI, juga Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas, sebelumnya menyampaikan secara tertulis 4 rekomendasi hasil Simposium PIKI yakni pertama bauran energi berkelanjutan menuju 2045 dan net zero emition  tahun 2060. Kedua, mendorong PLTN yang aman, rendah karbon namun tetap menghormati lingkungan, safety dan juga hak asasi masyarakat sekitar. Ketiga, akses energi sebagai kebutuhan dasar rakyat dan terakhir, percepatan RUU PPL dengan dukungan jejaring PIKI.

 

Menanggapi rekomendasi PIKI, menyangkut energi RUPTL 70 persen energi baru terbarukan, Menko Hilirisasi dan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa ESDM  sepaham dengan rekomendasi PIKI. Ia menyampaikan bahwa, daerah 3T sebanyak 11 ribu desa belum teraliri listrik. Kita sudah merdeka 81 tahun, bayangkan masih banyak wilayah yang belum terpasang listrik termasuk di daerah 3T. Banyak daerah 3T dimana anak lahir tanpa listrik, pakai lampu pelita.

 

Adapun Program ESDM 2029-2030 untuk semua desa listrik harus masuk. Menurut data tahun 2025, sebanyak 1.400 desa teraliri listrik, pada tahun 2026 sebanyak 4.200 desa dan pada tahun 2027 hal yang sama. “Insya Allah saya istiqomah, saya jadikan dasar pijakan, dalam merumuskan sekaligus anggaran setiap tahun 10-15T, untuk anak di desa pedalaman pulau kecil. Mereka  mendapat hak sama mendapat pelayanan listrik negara. Pak Dirjen langsung masukkan rekomendasi PIKI ke road map ESDM,” tegas pria asal Fakfak Papua ini seraya memerintahkan.

 

“Tidak berlebihan daerah 3T harus dituntaskan, setiap desa harus menerima listrik. Saya mimpi dengan adanya listrik, mereka bisa sekolah, bisa membuka dunia internasional. Memiliki kesempatan yang sama seperti di pusat kota. Nasionalisme sejati masih ada di pelosok Indonesia,” imbuhnya.

 

Menyangkut dengan nuklir, Bahlil terus terang dan jujur menjelaskan bahwa baru pulang dari Rusia.

Ia mendampingi Presiden Prabowo membicarakan hubungan bilateral langsung dengan Presiden Vladimir Putin.

 

“Rusia bukan kaleng-kaleng dalam penguasaan teknologi nuklir. Salah satu pembicaraan adalah Rusia menawarkan teknologi nuklir ke Indonesia. Tidak hanya Rusia, tawaran  yang sama datang dari Jerman, Jepang, Korea dan Kanada.

 

Dalam RUPTL Nuklir tadinya, 500 MW nuklir dengan dorongan PIKI yang mengatakan salah satu energi bersih, murah dan aman, maka masukkan jadi naik 1.500 MW tahap pertama 2026. Kalau belum diubah maka belum ada RUPTL, tidak ada tanda tangan,” tegas Bahlil kepada para Dirjen ESDM yang malam itu dibawa lengkap.

 

Pada kesempatan itu Bahlil juga mengingatkan bahwa PIKI merupakan salah satu pendiri Sekber Golkar. Ia menjelaskan ada 97 organisasi pendiri Sekber Golkar cikal bakal Partai Golkar. “Jadi 10 organisasi cendekiawan, termasuk di dalamnya salah satunya PIKI yang menandatangi deklarasi adalah Pak Radius Prawiro, mungkin tidak banyak tahu orang PIKI,” ujarnya sembari bercanda bahwa PIKI sudah dari dulu punya keterkaitan dengan Golkar sembari menggoda Ketum PIKI Ara Sirait yang masuk Gerindra.

 

Sebelumnya Ketua Umum PIKI Maruarar Sirait mengharapkan rekomendasi hasil Simposium dan FGD PIKI dari pemikir-pemikir PIKI bisa menjadi policy brief dan diterima masukannya untuk pengambilan kebijakan negara. “PIKI berharap akan ada Leimena-Leimena baru, Radius Prawiro, Luhud Panjaitan, Manase Malo yang lahir menjadi tokoh bangsa.

Ada nanti regrenasi baru.

Kita yang senior-senior ini hanya  memfasilitasi. Suatu saat kalian berdiri di panggung ini kami hanya melihat dari jauh. Kami bangga regrenasi umat Kristen dalam negara Indonesia,” pesannya.  Lebih lanjut sambung Ara, Kristen yang juga berwawasan nasional, Kristen yang inklusif bukan ekslusif, Kristen yang tidak berfikir punya sumbangsih untuk Indonesia.

 

“Saya merasakan indahnya Indonesia, 15 tahun maju dari Dapil Subang Majalengka Sumedang (SMS) 99 persen warganya Islam, 95 persen suku Sunda. Gus Dur pernah tanya kenapa bisa terpilih 15 tahun dari sana. Saya jawab, Gus Dur, saya menemukan Islam yang bersahabat.

 

Saya belajar dari Pak Bahlil kader-kader lintas Cipayung yang bukan HMI seperti GMKI, PMKRI dan lainnya,  semua diakomodasi, jadi contoh yang baik. Dia bantu Mesjid dia bantu sekolah teologia dan gereja-gereja di Indonesia. Pemimpin Indonesia seperti Pak Bahlil yang beone,” pungkasnya dihadapan mahasiswa UPH, GMI, IPB dan tamu ICMI, ISKI, Mataqin dan banyak tokoh-tokoh lintas agama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *