DESA TAK BOLEH LAGI JADI PENONTON: DPN PERDESA SATUKAN PEMUDA DARI 34 PROVINSI

Dewan Pimpinan Nasional Persatuan Pemuda Desa Indonesia (DPN PERDESA) menggelar Konsolidasi Akbar Nasional di Jakarta pada 6 Oktober 2026 sebagai pijakan awal penguatan peran kepemudaan. Forum ini mendorong transformasi pembangunan desa yang tidak lagi seragam, melainkan berbasis pada riset, data, potensi lokal, serta inovasi berkelanjutan. Pendiri PERDESA, Yukenriusman Hulu, menegaskan bahwa pendekatan akademis dan teknologis ini dipersiapkan guna mencetak pemuda sebagai subjek utama pembangunan menuju Indonesia Emas 2045.

Konsolidasi Nasional DPN PERDESA di Jakarta menjadi simbol kuat keberagaman dan kolaborasi lintas elemen bangsa. Dihadiri perwakilan dari 34 provinsi, 68 etnis, serta berbagai profesi, agenda ini juga menghimpun kekuatan dari OKP Cipayung Plus, BEM, LSM, dan organisasi pemuda daerah. Tokoh-tokoh seperti mantan Sekum GMKI Artinus Hulu dan Wabendum GAMKI Fancy menekankan pentingnya ruang kolaborasi ini agar pemuda desa solid, inovatif, dan mampu bersaing sebagai agen perubahan di kancah nasional.

Suara dari berbagai pelosok negeri mewarnai Konsolidasi Akbar DPN PERDESA, salah satunya dari perwakilan Sumatera Utara, Donius, yang menegaskan bahwa keberagaman latar belakang adalah modal utama melahirkan solusi inklusif. Di sisi lain, perwakilan daerah 3T, April Julianus, menyuarakan optimisme agar pemuda tidak sekadar menjadi penonton. Dengan membawa pengetahuan, kewirausahaan, dan teknologi, pemuda diimbau hadir mengelola potensi besar desa yang selama ini belum tergarap optimal.

Konsolidasi di Jakarta pada 6 Oktober 2026 menjadi langkah awal sebelum digelarnya Deklarasi Nasional DPN PERDESA dalam waktu dekat. Momentum ini dimanfaatkan untuk mempertegas visi organisasi: “Mewujudkan pemuda desa Indonesia yang bersatu, berdaya, mandiri, dan inovatif sebagai penggerak kemajuan desa dan bangsa.” Deklarasi mendatang akan memantapkan arah perjuangan PERDESA dalam menjaring potensi kepemudaan dari Sabang sampai Merauke secara terstruktur.

DPN PERDESA menggelar Konsolidasi Akbar Nasional di Jakarta pada Rabu (6/10/2026) yang dihadiri perwakilan 34 provinsi, 68 etnis, serta gabungan organisasi lintas profesi dan mahasiswa. Dipimpin Founder Yukenriusman Hulu, pertemuan ini menyepakati pembentukan gerakan pemuda berbasis riset dan inovasi untuk memajukan desa. Acara ini sekaligus menjadi tahapan awal menuju Deklarasi Nasional DPN PERDESA dalam mengawal pemuda sebagai pelopor pembangunan daerah.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *